Tidak bisa dipungkiri, Bulan Ramadan ini, kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan harga. Kenaikannya pun bervariasi, mulai dari 10 - 50 persen, bahkan ada komoditas pangan yang naik mencapai 100 persen misalnya harga bawang putih yang semula harganya Rp 30 ribu/Kg kini tembus diangka Rp 70 ribu/kg.
Menanggapi fenomena tersebut, Bank Sultra sebagai bank milik Pemerintah Daerah mendukung penyelenggaraan pasar murah dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra pada 10 daerah yang menjadi titik pasar murah di Sultra.
Khusus di Kendari, terdapat 12 titik penyelenggaraan pasar murah yang sudah dimulai sejak tanggal 13 Mei 2019 kemarin. “Alhamdulillah, tahun ini kami bisa mendukung kegiatan pasar murah yang dilaksanakan Pemerintah Kota Kendari. Mudah-mudahan pasar murah ini bisa meredam lonjakan harga kebutuhan pokok dimasyarakat,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sultra, La Ode Muh. Mustika saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (14/5) lalu.
Lanjut dia, keunggulan Bank Sultra yang memiliki jaringan kantor di seluruh kabupaten/kota di Sultra, menjadikannya sebagai lembaga pengelola keuangan masyarakat yang tidak perlu diragukan lagi. Kegitan Pasar Murah sangat bermanfaat untuk masyarakat, utamanya pada saat terjadi lonjakan harga seperti yang selalu terjadi di bulan Ramadan terlebih lagi saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.
“Kami sepenuhnya siap ikut serta dalam kegiatan pasar murah bukan hanya di Kota Kendari saja. Selain itu Bank Sultra juga berpartisipasi pada Kegiatan Pasar Murah Kabupaten lain seperti Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Utara dan beberapa daerah lain di Sultra, “ kata Mustika.
Mustika berharap, “Yang terpenting, masyarakat kita yang kurang mampu bisa menjangkau bahan pokok selama ramadan, sehingga mereka bisa merasa nyaman dalam beribadah tanpa harus memikirkan kebutuhan sehari-harinya. Intinya, jika dibutuhkan masyarakat, Bank Sultra selalu siap untuk membantu,” tutupnya.