Peletakan batu pertama oleh Bupati Muna Barat didampingi oleh Sekda Muna Barat dalam rangka pembangunan gedung kantor Bank Sultra Capem Kambara guna meningkatkan PAD Kabupaten Muna Barat, Jumat (18/3/2022).
Direktur Utama Bapak Abdul Latif, dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Bapak Roni Jaya Lakebo, selaku Kepala Bank Sultra Cabang Raha, menyampaikan bahwa Bank Sultra merupakan satu-satunya Bank milik masyarakat Sulawesi Tenggara, sejak awal didirikan sampai dengan saat ini.
"Bank Sultra menjadi Bank satu-satunya di Sultra yang dapat terus tumbuh dan berhasil mencetak perolehan laba yang terus meningkat setiap tahun, memberikan dividen, dana CSR (Corporate Social Responsibility) kepada Pemerintah Daerah selaku pemegang saham Bank Sultra, serta oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinyatakan sebagai Bank sehat," ucapnya.
Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa Modal Inti Bank Sultra posisi akhir 2021 mencapai Rp1,3 T dan masih membutuhkan tambahan setoran modal kurang lebih Rp.1,7 Triliuan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, dimana Bank diwajibkan untuk memenuhi Modal Inti Minimum sebesar Rp.3.000.000.000.000,- (Tiga Triliun Rupiah) pada 31/12/2024.
Untuk itu, pihak bank mengharapkan dukungan dari Bapak Bupati Muna Barat beserta seluruh stakeholders, untuk dapat memperkuat struktur permodalan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan sehingga misi kami untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dapat berkelanjutan dan terus meningkat.
Dilain sisi dalam pertemuan ini, Achmad Lamani selaku Bupati Muna Barat, menuturkan bahwa Bank Sultra merupakan Bank yang memiliki banyak nasabah dan berhasil mengukir pembangunan di Kabupaten Muna Barat.
"Di Bank ini banyak menghasilkan nasabah dan banyak mengukir pembangunan untuk Kabupaten Muna Barat," ucapnya.
Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam hal Ini pemegang saham bank sultra yang tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan daerah.
"Seluruh bupati/walikota se Sulawesi Tenggara adalah pemegang saham, yang tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan daerah," ucap Bupati Muna Barat.
Beliau juga menuturkan bahwa selaku Kepala Pemerintahan
Kabupaten Muna Barat, akan turut berkontribusi dalam upaya meningkatkan modal
Bank sultra sehingga tidak akan ketinggalan dengan daerah lainnya.
Untuk itu dalam rentan tahun 2022 - 2024 akan mengupayakan penyertaan modal
pada Bank Sultra sebesar Rp. 15 Miliar sampai dengan Rp. 20 Miliar, yang
tentunya juga akan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Lebih lanjut, ia
mengatakan bahwa pembangunan gedung Bank Sultra ini ialah salah satu wujud
pembangunan ekonomi di Kabupaten Muna Barat.
Pimpinan Bank Sultra cabang pembantu Kambara, Dewa Putu Raka menuturkan bahwa anggaran pembangunan gedung baru mencapai Rp. 3,4 Miliar yang dananya murni dari dana Bank Sultra.Hadirnya kantor yang lebih representatif ini diharapkan dapat menjadikan Bank Sultra sebagai mitra kebanggaan serta memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan lebih leluasa bagi nasabah dan seluruh stakeholder.
"Dengan anggaran BPD mencapai Rp. 3,4 Miliar untuk pembuatan gedung baru, nantinya diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal bagi nasabah dan stakeholder," tuturnya.
Dan saat ini Bank Sultra memiliki 139 mesin ATM termasuk 1 mesin ATM drive thru yang baru diresmikan pada 2 Maret 2022.