Kinerja positif ditunjukkan PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra). Meski ditengah pandemi Covid-19 perbankan daerah yang dinahkodai Abdul Latif ini sukses menjaga ritme bisnisnya sehingga tetap bertumbuh. Gubernur Ali Mazi apresiasi kinerja pengurus. Seluruh pemegang saham juga menerima laporan pertanggungjawaban direksi Bank Sultra dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2021.
Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif mengungkapkan, kinerja positif Bank Sultra tak lepas dari kerja bersama seluruh insan bank Sultra serta pendampingan dari regulator dan dukungan penuh dari seluruh pemegang saham terkhusus Gubernur Ali Mazi , nasabah,mitra dan masyarakat.
Lanjut dia, berkat suport dan pendampingan yang diberikan, total Aset Bank Sultra 2021 meningkat sebesar 13,77 persen. Selanjutnya Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22,61 persen, ekspansi kredit meningkat 9,52 persen, dan laba bersih setelah pajak meningkat sebesar 4,43 persen.
"Alhamdulillah kinerja Bank Sultra berada dalam jalur/tren positif. Semua berkat dukungan seluruh pemegang saham, khususnya suport dan arahan dari Bapak Gubernur Ali Mazi," ungkap Abdul Latif saat RUPS Tahun Buku 2021 di Aula Rujab Gubernur Sultra, kemarin.
Abdul Latif mengaku akan terus meningkatkan performance perbankan sehingga bisa terus eksis dan bertumbuh dimasa yang akan datang. Guna mencapai misi itu, pihaknya akan memaksimalkan kinerja seluruh jaringan kantor yang sampai saat ini berjumlah 92 kantor serta 142 unit mesin ATM yang tersebar di Sultra.
Ia menambahkan, Bank Sultra juga senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kenyamanan bagi nasabah dalam bertransaksi. Beberapa hal strategis yang telah dan akan dilaksanakan antara lain menghadirkan ATM Drive-Thru di Kendari. "ATM Drive-Thru Bank Sultra diresmikan langsung oleh Bapak Gubernur Ali Maizi. Pada lokasi ATM Drive-Thru kami menyiapkan 2 ATM penarikan dan 1 unit atm tarik dan setor," kata Abdul Latif.
Selanjutnya peningkatan status kantor di Kas Buton Selatan, Buton tengah dan Tomia serta dalam waktu dekat akan dilaksanakan peresmian Kantor Cabang Jakarta. "Standarisasi dan renovasi juga kami laksanakan pada gedung-gedung kantor untuk meningkatkan pelayanan serta brand image bank," jelasnya.
Dalam rencana bisnis, pihaknya juga akan menghadirkan layanan perbankan di atas kapal. Bank Sultra kapal ini nantinya akan menjangkau pulau-pulau di wilayah Sultra yang belum mendapatkan akses perbankan. "Tentu harapan kami bank sultra dapat memberikan layanan perbankan kepada masyarakat secara menyeluruh," kata Abdul Latif.
"Inovasi dan pengembangan produk dan jasa terus dilakukan. Bulan Mei 2022 kartu Debit Bank Sultra sudah dapat digunakan di mesin-mesin EDC di seluruh Indonesia. Saat ini juga izin Mobile banking sementara diverifikasi oleh Bank Indonesia izin. Ini sangat mendukung aktifitas perbankan bagi nasabah," kata Abdul Latif.
Abdul Latif optimis, kerja bersama dan dukungan dari berbagai pihak akan membuat Bank Sultra semakin eksis sehingga menjadi pilihan utama masyarakat Sultra.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sultra, H. Ali Mazi mengapresiasi kinerja pengurus yang dapat membawa Bank Sultra tetap tumbuh meskipun ditengah situasi sulit saat ini. "Saya merasa gembira mendengar laporan pengawasan dari Komisaris Utama dan Laporan Kinerja yang disampaikan oleh Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah Sultra Sdr.Abdul Latif, karena dengan kondisi persaingan perbankan, PT. Bank Pembangunan Daerah Sultra masih tetap eksis sampai sekarang," ujarnya.
Politisi Partai Nasdem ini tak menampik jika keberadaan Bank Sultra sangat mendukung pembangunan daerah. Terbukti beberapa sarana dan prasana infrastruktur didaerah terbangun berkat suport dari Bank Sultra.
"PT. Bank Pembangunan Daerah senantiasa berkontribusi kepada pembangunan daerah dengan menerapkan tata kelola perusahaan dengan baik," kata Ali Mazi.
Atas kinerja positif yang dicapai, Ia bersama seluruh pemegang saham yang terdiri dari Seluruh Bupati/Wali Kota di Sultra menerima laporan pertanggungjawan Direksi Bank Sultra. "Kami terima laporannya serta seluruh usulan yang diajukan demi kemajuan Bank ini" kata Gubernur.
Sekedar informasi, dalam RUPS Bank Sultra tahun buku juga dilaporkan bahwa pendapatan Tahun 2021 meningkat sebesar 5,71 persen seiring dengan peningkatan biaya sebesar 1,96 persen. Biaya meningkat disebabkan biaya tenaga kerja meningkat. Tahun 2021 Bank Sultra memberikan tambahan tunjangan hari raya di bulan Desember.
Disisi lain pemberian bonus kepada karyawan juga meningkat. Bank juga membentuk cadangan kerugian untuk mengantisipasi risiko bisnis. Beberapa hal tersebut yang berkontribusi pada peningkatan biaya.
Selanjutnya, deviden yang diberikan Bank Sultra kepada seluruh pemegang saham mencapai 50 persen lebih dari laba yang dihasilkan dan ini merupakan kontribusi nyata yang diberikan Bank Sultra kepada Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sultra yang tentu tidak dapat diberikan oleh bank lain.
Kemudian, Bank Sultra juga terus melakukan pengembangkan aplikasi untuk memudahkan transaksi keuangan di pemerintah daerah. Bank Sultra ingin menjadi pionir dalam digitalisasi transaksi Pemda dengan mengupayakan penyediaan infrastruktur yang mampu dan teruji.
Hal tersebut diwujudkan Bank Sultra untuk mendukung penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) seperti pelayanan SP2D Online (belanja modal), Satker Online (belanja rutin), Samsat Online,PBB Online, BPHTB Online,serta integrasi dengan aplikasi SIPD Kemendagri untuk pengelolaan keuangan daerah.
Selain itu, untuk mendorong peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bank Sultra menyediakan alat perekam transaksi pajak atau alat Tapping Box sebanyak 1.166 device yang terpasang di restoran, rumah makan, warung makan, hotel, pengeniapan, tempat hiburan dan parkiran di 17 Kab dan Kota se-Sultra.
Alat rekam pajak yang saat ini digunakan merupakan hasil sewa dari perusahaan penyedia jasa teknologi. Kehadiran alat ini diharapkan dapat membantu wajib pajak untuk menghitung omzetnya, dan dengan omzet yang terekam maka pelaku usaha yang juga sebagai wajib pajak, dapat menghitung secara jelas besarnya pajak yang sudah terpungut dari para konsumen dan harus dibayarkannya sehingga potensi pendapatan daerah dapat optimal.
Sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial, Bank Sultra juga berpartisipasi aktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sultra dengan fokus pada bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan/ pendidikan, olahraga, lingkungan dan bidang lainnya. Setiap tahun Bank Sultra menyalurkan miliaran rupiah kepada masyarakat di 17 Kabupaten dan Kota Se-Sultta melalui program pemerintah daerah.