Penandatanganan perjanjian kerja
sama (PKS) tentang Pengelolaan Likuiditas Peserta Tidak Langsung (PTL) oleh
Bank Sponsor, dalam rangka penyelenggaraan transaksi Bank Indonesia – Fast
Payment (BI-FAST) antara Bank Sultra dengan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB)
telah resmi dilaksanakan pada hari Kamis (29/09/2022) di Hotel Fairmont,
Jakarta. Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Sultra Bapak Abdul Latif,
mengucapkan terimakasih kepada Bank BJB yang sudah membuka ruang untuk
melakukan Kerjasama dengan harapan kolaborasi positif kedepannya akan terus
terjalin.
Bank Sultra perlahan-lahan terus berbenah mengejar ketertinggalan, hal ini
terbukti dengan pengembangan produk elektronik bangking yakni berupa Kartu
Debit dan Mobile Banking yang baru dilaunching beberapa bulan yang lalu, Ujar
Latif.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Bapak Yudi Renaldi mengatakan bahwa
sebagai Bank Sponsor, Bank BJB siap memberikan layanan likuiditas kepada Bank
Peserta Tidak Langsung (PTL) dengan mekanisme sharing fee sehingga melalui
penandatanganan BI-Fast saat ini dapat menguntungkan kedua belah pihak antara
Bank BJB dan Bank Sultra serta senantiasa tumbuh beriringan demi mewujudkan
sinergi antara Bank Pembangunan Daerah yang lebih baik kedepannya.
Penandatanganan PKS ini sendiri disaksikan oleh Komisaris Utama Bank Sultra
Bapak Suhud dimana turut hadir juga Direktur Pemasaran Bank Sultra Ibu Hj.
Hayati Hasan beserta Kepala Divisi dan Kabag Bank Sultra sedangkan dari Pihak
Bank BJB turut hadir Komisaris Utama Independen Bank BJB Bapak Farid Rahman
didampingi oleh Jajaran Direksi serta Pimpinan Divisi Bank BJB.
Melalui catatan kinerja disepanjang tahun 2021 diketahui total asset Bank
Sultra untuk tahun 2021 meningkat sebesar Rp1,4 triliun (13,77%)
dari posisi sebesar Rp10,5 triliun tahun 2020 menjadi Rp12 triliun tahun 2021.
Selain itu pencapaian dana pihak ketiga tumbuh sebesar Rp1,8 triliun (22,61%)
disusul pertumbuhan kredit yang meningkat sebesar Rp667 miliar (9,52%) sehingga
laba operasional berhasil meningkat sebesar Rp22 miliar (6,4%) dibandingkan
posisi laba operasional tahun buku 2020 atau mencapai Rp.363 miliar.
Kinerja positif tersebut terus memacu laba bersih perusahaan yang didukung oleh
performa 93 jaringan kantor bank Sultra serta 142 mesin ATM yang tersebar di
Provinsi Sulawesi Tenggara.
